psychehumanus.id

Apa itu Overworked: Definisi & Dampaknya pada Kinerja Bisnis

“Pernahkah Anda merasa seolah pekerjaan bukan sekadar tugas, tapi sudah mengambil alih hidup Anda?” Kalimat ini mungkin sudah sangat akrab bagi banyak profesional modern. Di era kerja cepat, target tinggi, dan ekspektasi tanpa henti — istilah overworked menjadi semakin relevan dalam dunia bisnis, HR, dan pengembangan kepemimpinan. Namun, sebelum kita melangkah lebih jauh… apa sebenarnya Apa itu Overworked?

Apa Itu Overworked?

Secara sederhana, overworked adalah kondisi di mana seseorang bekerja melebihi batas kemampuan fisik, mental, dan emosionalnya sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Ini bukan sekadar bekerja lembur beberapa malam, tetapi pola kerja berkepanjangan yang membuat pekerjaan “menguasai” hidup seseorang — tanpa ruang istirahat yang sehat dan waktu untuk pulih.

Perbedaan Workaholic vs Overworked

Sering kali workaholic dan overworked dipakai bergantian. Namun, keduanya berbeda:

  • Workaholic: Orang yang memilih bekerja secara kompulsif karena dorongan internal atau kebiasaan.
  • Overworked: Seseorang yang dipaksa atau terbebani bekerja terlalu banyak, seringkali karena tuntutan organisasi, bukan karena dorongan pribadi. 

Tanda & Gejala Overworked

Berikut beberapa tanda paling umum seseorang mengalami kondisi overworked:

1. Produktivitas Menurun

Walaupun terlihat sibuk dan bekerja lama, kualitas output justru menurun karena kelelahan kronis. 

2. Stres & Kecemasan Berkepanjangan

Rasa gelisah bahkan sebelum kerja dimulai bisa menandakan kerja berlebihan. 

3. Kesulitan Memutuskan Hubungan dengan Pekerjaan

Selalu ‘online’, sulit untuk berhenti berpikir tentang pekerjaan bahkan di luar jam kerja.

4. Gangguan Fisik dan Mental

Mulai dari sulit tidur, kelelahan terus-menerus hingga risiko burnout dan stres berat.

5. Menurunnya Hubungan Sosial

Fokus sepenuhnya pada pekerjaan sering mengorbankan hubungan keluarga atau teman. 

Mengapa Orang Bisa Overworked?

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang masuk fase overworked, antara lain:

  • Beban kerja yang tidak realistis
  • Jam kerja panjang tanpa istirahat
  • Kurangnya dukungan dari manajemen
  • Budaya kerja yang menghargai “kerja nonstop”
  • Peran ganda (mis. kerja + keluarga)

Jika HR atau pemimpin tim tidak memahami akar permasalahan ini, dampaknya bisa lebih luas lagi — dari menurunnya retensi karyawan hingga turunnya produktivitas tim.

Dampak Overworked pada Individu & Organisasi

Dampak overworked bukan sekadar penurunan semangat kerja. Ini juga mencakup:

Gangguan Kesehatan Fisik

Orang yang terus-menerus bekerja melebihi batasnya berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan, termasuk stres ringan hingga masalah serius seperti gangguan jantung, stroke, bahkan gangguan tidur yang berkelanjutan. 

Burnout & Ketidakhadiran

Kelelahan mental yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan burnout, penurunan motivasi, sering absen, dan bahkan keluar dari pekerjaan.

Risiko Penurunan Kinerja

Beda dengan asumsi umum, bekerja terlalu banyak justru seringkali mengurangi efektivitas, inovasi, dan produktivitas tim — karena individu tidak punya ruang untuk menyusun strategi dengan jernih.

Dampak bagi HR & Kepemimpinan

Bagi praktisi HR dan pemimpin tim, memahami Apa itu Overworked berarti:

  • Mampu membuat kebijakan kerja seimbang
  • Menjaga kesejahteraan tim
  • Mengurangi risiko turnover tinggi
  • Meningkatkan employer branding

Seperti yang terjadi di banyak perusahaan, pekerja yang terus-menerus overworked cenderung mengalami penurunan loyalitas dan performa. Hal ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

Cara Mengatasi & Mencegah Overworked

1. Terapkan Batasan Jam Kerja yang Jelas

Sistem shift, jadwal istirahat, dan waktu bebas sangat penting untuk memulihkan energi.

2. Bangun Budaya Kerja yang Sehat

Dukung komunikasi terbuka, bantu manajer memahami tanda-tanda stres kerja.

3. Evaluasi Beban Kerja

Pastikan tugas didistribusikan secara adil dan sesuai dengan kapabilitas karyawan.

4. Dukungan Kesejahteraan

Program kesehatan mental, konseling, dan keseimbangan kehidupan kerja dapat membantu karyawan lebih produktif tanpa kelebihan beban.

Kesimpulan

Apa itu Overworked? bukan sekadar istilah, tetapi realitas yang harus dipahami oleh pekerja, pemimpin, dan HR. Kondisi ini bisa merusak bukan hanya kesehatan individu, tetapi juga produktivitas dan budaya kerja organisasi.

Dengan memahami, mengenali, dan menanggulangi tanda-tandanya lebih awal, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang produktif tanpa memecah keseimbangan kehidupan pribadi.

Bagikan

Recent Article